Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan pendampingan bagi para pengelola jurnal dalam meningkatkan kesiapan menghadapi proses akreditasi Science and Technology Index (SINTA). Sebanyak 50 pengelola jurnal terpilih mengikuti kegiatan setelah melalui proses seleksi dari sekitar 90 jurnal yang didaftarkan.
Bagi PT Bina Cendikia Academy, penguatan tata kelola dan mutu publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem akademik yang profesional dan berkelanjutan. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu jurnal membutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, pengelola jurnal, akademisi, editor, reviewer, serta lembaga yang bergerak dalam pengembangan publikasi ilmiah.
Klinik pendampingan tidak hanya membahas pemenuhan aspek administratif akreditasi, tetapi juga mengarahkan pengelola jurnal untuk memperkuat kualitas secara menyeluruh, mulai dari tata kelola, sistem editorial, substansi artikel, proses peer review, hingga digitalisasi penerbitan.
Penguatan Tata Kelola Jurnal di Era Juknis Baru
Kegiatan ini menjadi semakin relevan seiring diterapkannya ketentuan dan petunjuk teknis terbaru terkait akreditasi jurnal ilmiah pada tahun 2026.
Dalam proses pendampingan, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan Open Journal Systems (OJS) secara optimal, konsistensi proses editorial, kelengkapan metadata, penggunaan Digital Object Identifier (DOI), pengelolaan mitra bestari, serta penerapan prinsip transparansi dan etika publikasi.
Aspek tersebut menjadi bagian penting karena kualitas sebuah jurnal tidak cukup dinilai hanya dari seberapa rutin jurnal diterbitkan. Proses editorial yang dapat dipertanggungjawabkan dan sistem pengelolaan yang konsisten menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan terhadap sebuah publikasi ilmiah.
Dalam kegiatan tersebut, Yananto Mihadi Putra dari Universitas Mercu Buana memberikan pemaparan terkait aspek manajemen, kebijakan, tata kelola, dan sistem pengelolaan jurnal ilmiah.
Sementara itu, Yazid Hady dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan penguatan pada aspek substansi dan mutu artikel ilmiah, termasuk pentingnya menjaga integritas akademik serta transparansi dalam proses editorial dan publikasi.
Tidak Hanya Mengejar Peringkat SINTA
Salah satu pesan penting yang dapat dipetik dari kegiatan ini adalah bahwa akreditasi SINTA sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai target akhir atau pemenuhan administratif.
Akreditasi pada dasarnya merupakan hasil dari proses panjang dalam membangun jurnal yang dikelola secara baik, konsisten, profesional, dan memiliki standar mutu yang jelas.
Karena itu, pengelola jurnal perlu memberikan perhatian yang seimbang terhadap tata kelola dan kualitas substansi.
Dari sisi tata kelola, pengelola perlu memastikan setiap proses editorial terdokumentasi dengan baik, mulai dari penerimaan naskah, proses review, komunikasi dengan penulis, hingga penerbitan artikel.
Sementara dari sisi substansi, jurnal perlu menjaga kualitas dan relevansi artikel, kontribusi ilmiah, keberagaman asal penulis dan reviewer, serta kepatuhan terhadap etika publikasi.
Melalui sesi klinis yang dilakukan secara lebih intensif, peserta juga memperoleh kesempatan untuk mengevaluasi kondisi jurnal masing-masing, mengidentifikasi kendala, serta menyusun langkah perbaikan yang dapat diterapkan setelah kegiatan selesai.
Kolaborasi untuk Ekosistem Publikasi yang Lebih Kuat
Keterlibatan LLDikti Wilayah III dan UNDIRA dalam memfasilitasi kegiatan ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan mutu publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Semangat yang sama juga sejalan dengan komitmen Bina Cendikia Academy dalam mendukung pengembangan pengelolaan jurnal, peningkatan kapasitas editorial, dan penguatan kualitas publikasi akademik.
Peningkatan mutu jurnal tidak dapat dikerjakan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan pengelola jurnal, editor, reviewer, penulis, institusi pendidikan, serta berbagai lembaga pendukung untuk membangun proses penerbitan ilmiah yang kredibel dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi, pendampingan, dan pertukaran praktik baik, pengelola jurnal diharapkan tidak hanya lebih siap menghadapi akreditasi SINTA, tetapi juga mampu membangun budaya mutu dalam seluruh proses penerbitan.
Pada akhirnya, perjalanan menuju SINTA bukan sekadar tentang memperoleh peringkat. Lebih dari itu, proses tersebut merupakan bagian dari upaya membangun jurnal ilmiah yang profesional, memiliki integritas akademik, dipercaya oleh masyarakat ilmiah, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.